Humas Polres Kotamobagu – Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada tugas penegakan hukum, tetapi juga sebagai perekat kerukunan sosial. Hal ini dibuktikan oleh Da’i Polri Polres Kotamobagu, Aiptu Herdianto Mamonto, S.H., yang hadir memberikan tausiyah pada acara takziah malam ke-14 berpulangnya Almarhum Ulo Mokodompit (57) di Desa Pangian Barat, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), pada Minggu (24/05/2026) siang.
Acara yang berlangsung khidmat di rumah duka tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan tokoh penting, di antaranya Kapolsek Passi Iptu Wansha Abarang, Sangadi (Kepala Desa) Pangian Barat, Sekdes beserta perangkat desa, Ketua BPD, serta tokoh lintas agama termasuk Imam Pegawai Syari, Pendeta, Penatua, dan Diyaken. Kehadiran sekitar 150 jamaah dari berbagai latar belakang keyakinan ini menunjukkan tingginya solidaritas warga setempat.
Dalam tausiyahnya, Aiptu Herdianto Mamonto menyampaikan pesan-pesan religius yang menyentuh hati. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan penguatan moral bagi keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa sabar dan tegar dalam menghadapi ujian melalui ibadah sholat dan doa.
Momen takziah ini juga dimanfaatkan sebagai sarana strategis untuk menyampaikan pesan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Da’i Polri ini menekankan pentingnya menjaga persatuan melalui filosofi lokal Mototompiaan, Mototabian, Bo Mototanoban (saling memperbaiki, saling menyayangi, dan saling mengingatkan), serta menegaskan prinsip bahwa seluruh masyarakat adalah satu kesatuan persaudaraan.
Selain itu, Aiptu Herdianto memberikan imbauan krusial terkait penggunaan media sosial agar warga tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks) maupun isu yang memecah belah bangsa. Tak lupa, beliau mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi keresahan akibat penggunaan knalpot racing atau brong yang sangat mengganggu kenyamanan lingkungan dan ketertiban umum.




