LOLAYAN — Kepolisian Sektor (Polsek) Lolayan di bawah jajaran Polres Kotamobagu berhasil memanen hampir 2 ton jagung dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Aksi nyata ini dilakukan di atas lahan milik Polres Kotamobagu yang terletak tepat di samping Markas Komando (Mako) Polsek Lolayan.
Seluruh hasil panen jagung tersebut rencananya akan langsung disalurkan ke Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Bolaang Mongondow di Lolak. Langkah ini diambil untuk memastikan hasil pertanian tersebut terserap secara resmi ke dalam cadangan pangan daerah.
Kapolsek Lolayan, AKP Johan Atang, S.H., S.Th., M.A., M.Pd., menyatakan bahwa pemanfaatan lahan di samping kantornya tersebut merupakan wujud komitmen penuh jajaran kepolisian dalam mendukung agenda kedaulatan pangan pemerintah.
”Panen raya ini adalah bukti nyata kontribusi Polsek Lolayan dan Polres Kotamobagu dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Kami memanfaatkan lahan milik Polres yang berada tepat di samping Mako Polsek Lolayan agar menjadi lahan produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar AKP Johan Atang.
Terkait distribusi hasil panen, Kapolsek menjelaskan bahwa sinergi dengan pihak Bulog merupakan jaminan agar rantai pasok pangan tetap terjaga dengan harga yang stabil.
”Hasil panen yang mencapai hampir 2 ton ini akan segera kami masukkan ke Bulog Bolaang Mongondow di Lolak. Melalui kerja sama ini, kami berharap hasil pertanian ini dapat dikelola dengan baik dan didistribusikan secara tepat untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Polsek Lolayan ini diharapkan dapat menjadi contoh dan stimulus bagi masyarakat sekitar. Dengan mengubah lahan kosong di sekitar Mako menjadi ladang jagung yang produktif, Polri ingin mengedukasi warga bahwa pemenuhan pangan mandiri bisa dimulai dari pekarangan atau lahan terdekat.
Melalui keberhasilan panen raya ini, Polres Kotamobagu dan Polsek Lolayan menegaskan perannya yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga hadir sebagai motor penggerak kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan di wilayah Bolaang Mongondow.




